Thursday, October 31, 2013

PAREIDOLIA

Pernahkah anda melihat obyek-obyek di alam kemudian bentuk obyek tersebut mengingatkan anda pada sesuatu atau seseorang? AMJG juga beberapa kali memostingkan postingan seperti itu, seperti Kawah di Merkurius yang mengingatkan kita pada tokoh kartun Mickey Mouse, Nebula yang mirip logo Firefox, Nebula yang mirip Ghost Rider, dan bahkan bentuk-bentuk benda yang mirip dengan lambang cinta atau jantung.

Dan dalam dunia tumbuh-tumbuhan, AMJG juga pernah memostingkan bunga anggrek yang mengingatkan kita akan wajah monyet, serta daun yang mirip bibir manusia.


Apakah anda melihat tengkorak pada foto bunga ini?

Memang menyenangkan melihat sesuatu mirip dengan yang kita kenal, dan itu sah-sah saja, karena otak manusia memang cenderung untuk membandingkan sesuatu yang baru dilihatnya dengan sesuatu yang sudah dikenalinya atau yang sudah biasa dilihatnya (familiar).

Fenomena seperti ini adalah fenomena psikologis yang melibatkan stimulus samar-samar dan acak (seringkali sebuah gambar atau suara) yang dikenal dengan nama PAREIDOLIA. Contoh umum termasuk melihat gambar binatang atau wajah-wajah di awan, pria di bulan atau kelinci Bulan, dan pendengaran pesan tersembunyi di rekaman yang dimainkan secara terbalik.

Namun kita harus hati-hati, supaya jangan sampai terjebak pada apa-apa yang tampak atau terdengar saja, karena semua itu hanyalah terjemahan instan otak kita terhadap informasi yang diterimanya dari mata kita. Kita perlu mengamati dan menelitinya lebih lanjut untuk mengetahui apa yang sebenarnya kita lihat tersebut. Foto dibawah ini adalah contoh yang baik.

"Wajah di permukaan planet Mars" - Versi foto yang telah dipotong (crop), dari foto asli daerah Cydonia yang diambil oleh pesawat antariksa Viking I tahun 1976

Foto diatas adalah foto salah satu mesa di daerah Cydonia, planet Mars yang diambil oleh pesawat viking I pada tanggal 25 Juli 1976, mesa tersebut nampak seperti sebuah wajah manusia (humanoid). Banyak yang kemudian mengklaim bahwa itu adalah patung atau bangunan yang dibuat mewakili wajah penghuni Mars agar tampak dari angkasa luar. Tentu hal ini salah besar, karena sebenarnya yang terjadi adalah ilusi optis, sebuah contoh dari pareidolia.

Duapuluh tahun kemudian Setelah penganalisisan terhadap foto berresolusi tinggi yang diambil oleh Mars Global Surveyor, NASA menyatakan, "Analisis secara mendetil terhadap beberapa foto menunjukan bahwa kenampakan ini hanyalah sebuah bukit dan lembah alami planet Mars. "Wajah" kadang-kadang akan muncul, tergantung dari sudut penglihatan dan sudut pencahayaan".

Foto "Wajah Mars" berresolusi tinggi yang diambil oleh Mars Reconnaissance Orbiter menggunakan kamera HiRISE tahun 2006

Ilusi optis yang mirip juga dapat ditemukan juga di planet Bumi; contohnya adalah kenampakan geologis yang dinamakan "Badlands Guardian". Bila dilihat dari angkasa, kenampakan geologis ini terlihat seperti kepala dari seorang suku asli Amerika (Indian) yang sedang memakai earphone.

Badlands Guardian, fitur ini hanyalah sebuah lanskap bumi yang terbentuk karena pelapukan dan erosi, Terlihat seperti wajah orang hanya jika dilihat dari atas dan dengan kondisi pencahayaan tertentu, dan ini contoh dari sesuatu yang disebut pareidolia. Ini mirip Wajah di Mars yang terkenal dan fitur lainnya seperti mickey mouse di merkurius


PAREIDOLIA DALAM AGAMA
Pareidolia ini juga terjadi dalam keagamaan. Ada banyak contoh persepsi citra agama dan berbagai tema lainnya, terutama wajah tokoh maupun simbol agama, dalam fenomena-fenomena yang biasa dijumpai. Banyak diantaranya yang melibatkan gambar Yesus, Bunda Maria, atau tulisan Allah  (biasanya dlm huruf arab). Dibawah ini adalah beberapa contohnya:

Ini adalah foto awan yang membentuk lafadz Allah dan di klaim di foto dari Makkah, dan kita diharuskan menyebarkannya untuk menambah keimanan katanya. Bagaimana kalau terungkap bahwa foto ini rekayasa dan bukan diambil di Mekkah? Apakah mereka (yang membuat foto ini) tidak berfikir bahwa hasilnya justru akan merusak bahkan dapat menghilangkan keimanan seseorang, karena berpendapat bahwa agama adalah tipu-tipu?


 Ini juga adalah foto yang di klaim dari kebakaran lapindo yang apinya membentuk lafadz Allah.


 Foto ini juga di klaim sebagai gelombang sunami di Srilanka tahun 2004 yang membentuk tulisan Allah ...

Sebelah kiri adalah foto Aurora yang katanya juga membentuk lafadz Allah. Seseorang menegaskannya di foto sebelah kanan

Oke, katakanlah foto-foto lafadz Allah diatas tidak direkayasa. Namun tetap saja semua itu adalah imajinasi kita saja. Dan sebenarnya pada Awan, Api, gelombang sunami dan Aurora itu sendirilah yang melambangkan akan kebesaran Allah Sang Maha Pencipta jika kita mempelajarinya. Bukan lafadz Allah pada Auroranya, gelombangnya, apinya atau awannya ...karena itu hanyalah Pareidolia

Sekali lagi AMJG ingin katakan bahwa ilmu pengetahuan tidak akan menghilangkan ketakjuban kita akan ciptaan Tuhan alam semesta dan seisinya ini. Ilmu Pengetahuan justru akan lebih memperdalam dan memaknai dengan sangat dalam rasa takjub kita akan kebesaran Sang Pencipta.

Jadi alangkah baiknya jika kita TIDAK terpaku HANYA pada apa yang kita anggap sebagai penampakan tulisan-tulisan yang menyerupai lafadz Allah, dan simbol-simbol agama kita lainnya .. Karena Kekuasaan, Kebesaran dan Keagungan Allah yang terlihat pada ciptaanNYA jauh lebih mendalam, lebih indah dan lebih sempurna daripada apa yang kita anggap sebagai lafadz-lafadz tersebut.

Seperti FirmanNYA:
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis- lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian lihatlahlah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. (Quran surat Al Mulk ayat 3 - 4)

Dan saat kita sampai pada pengetahuan yang sangat dalam tentang ciptaanNYA, Insya Allah kita pun akan berucap: "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka".

Ada riwayat yang mengisahkan bahwa di Arab dahulu pernah terjadi Gerhana Matahari tepat pada saat meninggalnya putra Rasulullah SAW yang bernama Ibrahim. Semua orang waktu itu tergetar hatinya dan menganggap peristiwa gerhana adalah salah satu mukzizat Allah kepada Rasulnya.

Namun Rasulullah adalah manusia yang jujur yang tidak mau memanipulasi fenomena alam untuk kepentingannya. Beliau segera keluar ke tengah-tengah orang-orang yang berkerumun dan segera memberi penjelasan:

"Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah tanda dari tanda–tanda kebesaran Allah dan keduanya (rembulan dan matahari ) tidak akan gerhana karena hidup atau kematian salah seorang di antara kamu. Apabila kalian melihat matahari atau rembulan gerhana, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah shalatlah dan percayalah.” (HR. Bukhari).



Baca Juga:





Dari Berbagai Sumber